Tuesday, May 15, 2012

Tentang Susur Gua

Susur gua, atau dalam bahasa internasionalnya adalah Caving, adalah bagian dari seri petualangan di alam bebas. Kegiatan yang juga di sukai karena tantangannya sangat berbeda dengan kegiatan lain, semisal mendaki gunung atau arung jeram. Caving atau susur gua adalah kegiatan alam yang mencoba menelusuri alam di bawah tanah dalam keadaan gelap dan hanya menggunakan penerangan kecil, semisal senter. tapi bagi para Caver ( Penggiat susur gua ), itu menjadi tantangan tersendiri, setelah mendaki gunung, arung jeram maupun panjat tebing.

Bayangkan suasana gelap total dalam gua bagi yang belum pernah melakukannya, sering menimbulkan pikiran yang menyeramkan dan selalu memikirkan dugaan - dugaan bahaya. Disamping rasa penasaran. Tetapi semua itu akan menjadikan pengetahuan yang berarti dan juga kekaguman. Didalam gua akan berpikir, adakah mahluk yang betah tinggal? Ada apakah di balik lorong - lorong panjang dan gelap ini? Inilah tantangan sekaligus tambahan ilmu pengetahuan tentang alam lain di bumi ini. Indah.

Berbagai Macam dan Fungsi Gua

Pengertian gua adalah "suatu lorong bentukan alamiah di bawah tanah yang bisa dilalui oleh manusia, sementara yang hanya bisa dilalui hewan saja disebut gua mikro". Dalam hal ini yang dimaksud adalah gua alam, namun ada juga gua buatan manusia seperti tempat perlindungan perang dan lain-lain.
Gua alam dibagi dalam beberapa jenis berdasarkan letak dan batuan pembentuknya, yaitu :
• Gua lava
• Gua litoral
• Gua batu gamping (karst)
• Gua pasir, gua batu halit, gua es dan sebagainya. : adalah bentukan gua yang sangat jarang dijumpai di dunia, hanya meliputi 5% dari seluruh jumlah gua di dunia.

Fungsi gua :
 
• Tempat berlindung (primitif) manusia dan hewan
• Tempat penambangan mineral (kalsit, gamping, guano) - tempat perburuan (walet, sriti, kelelawar)
• Obyek wisata alam bebas dan minat khusus
• Obyek sosial budaya (legenda, mistik, dukun, baik cabul ataupun gak)

Jika sahabat alam semua ingin melakukan susur gua, silahkan di cek kesehatan diri, karena susur gua amat membuthkan keadaan badan yang sehat, jika sedikit saja badan tak sehat sebaiknya gagalkan kegiatan dan lakukan suatu saat ketika sahabat sehat. Kenapa? Karena udara dalam gua sebenarnya buruk, lembab, kotoran kelelawar dan burung, jadi jika badan tak fit akan mudah terserang penyakit paru - paru.
Penelusur Gua ideal adalah yang memiliki badan relatif kecil meskipun belum tentu menjadi jaminan akan menjadi penelusur handal. Dalam penelusuran horisontal, kita lakukan gerak memanjat turun, jalan membungkuk, merangkak, merayap, tengkurap, dan kadang terlentang, menyelam serta berenang. Dengkul dan ujung siku merupakan sisi penting buat seorang penelusur atau caver.
Peralatan pribadi untuk caving goa: 1. Helm 2. Caving sling 3. Cover all 4. Caving pack sack dan kompas selain itu ada lagi peralatan yang harus dimiliki dalam tim penelusuran gua yang jumlahnya teramat banyak.

Penelusuran gua merupakan kegiatan kelompok, karenanya dalam setiap penelusuran tidak dibenarkan seorang diri. Jumlah minimal untuk sebuah eksplorasi gua adalah 4 orang. Hal ini didasarkan atas pertimbangan, jika terjadi kecelakaan pada salah seorang anggota kelompok, satu orang dibutuhkan untuk menjaganya, sedangkan dua lainnya mempersiapkan pertolongan atau rescue, atau kalau tidak mungkin, cari pertolongan kepada penduduk.

Untuk lebih mudahnya sebagai caver hendaknya mempunyai respek terhadap lingkungan dan cuaca, masyarakat sekitar, kemampuan sesama caver, penelitian, dan instansi jika diperlukan. Satu hal yang harus diresapi dan disadari oleh setiap penelusur gua yaitu masalah “konservasi”. Prinsip yang biasa dipakai dalam etika penelusuran gua adalah ‘take nothing but picture, leave nothing but footprint, kill nothing but time’.

Agar penelusuran lebih aman maka caver mempersiapkan perlengkapan dasar, pengetahuan dan ketrampilan baik tentang gua, alat dan penggunaanya, serta teknik atau cara penelusuran yang akan lebih terasah dengan berlatih. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di dalam gua. Dalam setiap musibah, setiap caver wajib bertindak dengan tenang, tanpa panik, dan wajib patuh pada instruksi leader penelusuran. Dalam penelusuran horisontal, kita melakukan gerakan jalan membungkuk, merangkak, merayap, tengkurap, dan kadang terlentang, menyelam serta berenang. Dengkul dan ujung siku merupakan sisi penting buat seorang penelusur atau caver. Bentuk tubuh juga mempengaruhi kecepatan gerak seorang penelusur gua. Beberapa hal lain yang seharusnya dilakukan adalah pelaporan ataupun publikasi.  Selamat berpetualang sahabat alam..
SUMBER : http://www.belantaraindonesia.org/2010/09/tentang-susur-gua.html

0 comments:

Post a Comment