Tuesday, July 3, 2012

Teknik Evakuasi

Teknik
Evakuasi adalah upaya pemindahan korban dari lokasi kejadian yang berbahaya ke
tempat yang memadai untuk diberi pertolongan atau untuk ditindaklanjuti dengan
kondisinya guna kelangsungan hidupnya. Dalam melakukan evakuasi, ada beberapa
hal yang harus diperhatikan, yaitu situasi dan kondisi dalam evakuasi, kondisi
korban dan kondisi penolong sendiri. Hal utama yang perlu diperhatikan sebelum
melakukan evakuasi yaitu kontrol keadaan korban secara medis, tapi tetap
disesuaikan dengan kondisi trauma korban. Ketiga keadaan tersebut pada akhirnya mengharuskan kita untuk memilih maneuver evakuasi yang
khas, seperlunya, dengan tidak membuang waktu!



1. Aturan
umum tentang evakuasi :

~ Perhatikan kondisi korban, apakah
mengalami cedera atau trauma yang membutuhkan kehati-hatian dalam
pengevakuasian.

~ Bila mungkin,
terangkan kepada korban apa yang akan dilakukan, agar dapat bekerjasama.

~ Jangan pindahkan korban sendiri
kalau bantuan belum tersedia.

~ Jika beberapa orang melakukan evakuasi, 1 orang
memberikan komando

~ Angkat
dan bawa korban dengan benar agar tidak mengalami cedera otot/sendi

~ Jangan abaikan
keselamatan penolong sendiri.

2. Aturan dalam mengangkat dan menurunkan korban :

~ Tempatkan
posisi kaki senyaman mungkin, salah satu kaki ke depan guna menjaga keseimbangan

~ Tegakkan badan
dan tekukkan lutut

~ Pegang korban / balut dengan
seluruh jari tangan

~ Usahakan berat korban yang
diangkat dekat dengan penolong

~ Jika
kehilangan keseimbangan / pegangan, letakkan korban, atur posisi kembali, lalu mulai
kembali mengangkat.

3. Hal-hal yang harus diperhatikan bila membawa korban
dengan tandu :

~ Tandu
diperiksa dari kerusakan, dicoba apa mampu menahan berat korban

~ Korban tidak sadar yang dibawa ke
tempat jauh, sebaiknya selalu diikat

~ Penolong yang paling berpengalaman, memberi
komando untuk tiap gerakan

~ Kaki korban
selalu di depan, kecuali pada keadaan :

# Korban
cedera tungkai berat menuruni tangga / turun di tempat yang miring

# Korban hipotermia,
menuruni tangga/turun di tempat yang miring

# Korban dengan stroke/kompresi otak tidak boleh
di angkat dengan
kepala lebih rendah dari kaki

4. Cara mengusung korban :

Satu orang penolong :

Ø Mengusung untuk jarak
dekat

Cara menarik
penderita untuk jarak pendek Cara ini hanya dilakukan apabila sudah pasti tidak
ada tanda-tanda patah tulang leher, tulangBelakang, tulang tengkorak, dan gegar
otak.

Ø Tongkat manusia

1. Anda berdiri di
samping korban pada sisi yang cedera atau lemah. Lengannya dilingkarkan di bahu
anda dan peganglah tangan atau pergelangan tangannya.

2. Lengan anda yang satu lagi melingkar di pinggang korban,
dan pegang baju atau pinggangnya.

3. Langkahkan kaki yang sebelah dalam dan berjalan
disesuaikan dengan kecepatan korban. Tongkat atau dahan kayu dapat menjadi
penompang tambahan. Korban harus ditenangkan.

Ø Mengusung korban yang sadar tetapi tidak dapat
berjalan sendiri

Cara mengusung korban yang tidak mampu
berjalan sendiri dan lemas. Meskipun sadar, korban hanya mampu menggantungkan
tangannya secara pasif ke leher penolong.

Ø Cara mengendong

1. Anda jongkok di samping korban, selipkan
lengan di sekitar tubuhnya, di atas pergelangan tangan.

2. Selipkan lengan yang satunya di bawah
paha korban. Badannya dipeluk kearah anda dan angkat.

Ø Cara ditarik

1. Letakkan tangan korban menyilang pada dadanya. Anda
jongkok di belakang korban, pegang melalui ketiak, dan angkat.

2. Jika korban bisa
duduk, silangkan lengannya pada dada. Pegang
pergelangan tangan melalui ketiak dan angkat.

3. Jika korban memaai jaket , lepaskan
kancingnya, dan tarik jaket ke bawah kepalanya. Pegang jaket melalui bahunya
dan angkat.

Ø Mengusung melalui lorong
sempit

Mengusung korban yang pingsan melalui
lintsan yang sempit ( misalnya terowongan atau di lorong kapal). Tangan korban
diikat dan digantungkan pada leher penolong.

Ø Mengangkat penderita yang tidak sadar dengan
cara katak

Korban ditidurkan diatas punggung
penolong, kemudian penolong berjalan merangkak

Ø Mengusung dengan selimut pada korban pingsan

Mengusung
korban yang pingsan dengan selimut yaitu korban yang seharusnya diusung dengan
usungan.

Dua orang penolong
:

Ø Mengusung korban dengan menggunakan tangan sebagai tandu,
dikerjakan oleh dua orang






Ø Kursi dua tangan

1. Jingkokkan kedua sisi korban, silangkan lengan dipunggung
korban dan pegang ikat pinggangnya.

2. Kedua lengan yang lain diselipkan bawah
lutut korban, dan penolong saling memegang pergelangan tangan. Lengan yang
saling memegang dibawa ke pertengahan paha korban.

3. Bergeraklah mendekati korban, punggung tetap lurus,
bangkit pelan-pelan dan jalan bersama-sama.


Ø Mengangkat depan belakang

1. Korban didudukan dan tangannya disilangkan pada dada

2. Jongkok di belakang
korban, selipkan lengan melalui ketiak korban dan pegang pergelangan tangannya
kuat-kuat

3. Penolong jongkok di samping korban dan lengannya di
selipkan di bawah paha korban

4. Bekerja secara serentak, bangkit
pelan-pelan dan berjalan.

Catatan : jangan melakukan cara ini pada cedera lengan
atau bahu

Ø Kursi pengangkut

Mengusung korban
dengan menggunakan kursi sebagai tandu.

Ø Kursi
sebagaitandu pada lorong yang sempit.

Tiga
orang penolong :

Ø Cara meletakan tangan untuk mengusung korban yang seharusnya diusung dengan usungan




5. Cara mengangkat tandu :

Langkah-langkah
dalam mengangkat tandu :

- Seorang pengangkat berdiri di keempat ujung tandu. Jika ada tiga orang, dua berdiri dekat
kepala dan satu pada kaki

- Seorang pengangkat berdiri di keempat ujung tandu. Jika
ada tiga orang, dua berdiri dekat kepala dan satu pada kaki. Semua pengangkat
jongkok dan memegang mengikuti aba-aba, bangkit serentak dan berdiri memegang
tandu secara rata

- Aba-aba berikutnya semua pengangkat melangkahkan kaki
sebelah dalam dengan langkah pendek

- Untuk menurunkan korban, para pengangkat berhenti kalau
ada aba-aba. Pada aba-aba berikutnya semua jongkok dan meletakkan tandu
hati-hati.

Cara
mengangkat tandu yang baik :

- Mengangkat dan
menurunkan tidak boleh salah, baik korban maupun anda sendiri. Anda harus selalu menggunakan otot
seperti paha, pinggul dan bahu dengan mengikuti peraturan berikut :

#
Tempatkan posisi kaki anda senyaman
mungkin

#
Salah satu kaki agak ke depan

# Posisi
seperti ini berguna untuk menjaga
keseimbangan.

# Tegakkan badan dan lekukkan
lutut anda

# Usahakan berat
korban yang anda angkat dekat dengan anda.

# Bila anda mulai kehilangan keseimbangan,
rendahkan korban aturlah posisi atau pegangannya kembali jika perlu, lalu mulailah mengangkatnya.



Tandu Buatan Sendiri

Meskipun dalam keadaan darurat kita bisa membuat tandu,
tetapi sebaiknya ditunggu sampai bantuan dan peralatan khusus datang. Jika anda
harus memindahkan korban ke tempat terlindung, tandu dapat dibuat dari
permukaan yang keras seperti pintu, tongkat, atau papan iklan. Dapat juga
dengan menyisipkan tiang melalui lengan jaket atau anorak. Kekuatan tandu harus selalu dicoba dulu
sebelum digunakan.

Selimut Pengangkat

Selimut digulung menurut panjangnya sampai setengah
dari lebarnya dan letakkan di samping korban. Korban digulingkan pada
sisinya dan selimut digulung di bawah punggungnya.
Korban digulungkan kea rah selimut dan samping. Gulungan
selimut dibuka hingga korban tepat berbaring diatasnya.
Selimut yang
telah terbuka digulung kearah korban dengan erat dan gulungan ini sebagai
pegangan bagi pengangkat.
Dua pengangkat
jongkok di kedua sisi korban pada tubuh dan kakinya. Gulungan dipegang dengan kuat.
Keempat
pengangkat mengangkat korban serentak dengan cara mencondongkan badan ke
belakang lalu meluruskan lutut.
Menggunakan Satu Selimut:

Selimut terbuka diletakan diagonal diatas tandu,
sehingga ujung-ujungnya mengantung di pinggir, atas, dan bawah tandu.
Korban
diletakkan ditengah tandu. Terangkan apa yang akan anda lakukan. Ujung
yang menggulung ditutup pada kakinya dan diselipkan dibawah pergelangan
kaki.
Ujung yang di
samping di pasang menyelimuti korban kemudian diselipkan dibawah badannya
Lipat sisi
lainnya dan selipkan ke dalam. Tenangkan
korban dan terangkan apa yang akan anda lakukan.
Selipkan bagian atas selimut ke kepala dan leher
korban, hingga tertutup. Sementara wajah dibiarkan terbuka.

sumber : http://phipet.blog.friendster.com/2008/04/teknik-evakuasi

2 comments: